Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, August 13, 2017

KEMBALI HIDUP



Tenggelam,
Kanan dan kiriku hanya gelap,
Satu persatu buih nafas ku terapung,
Menuju permukaan hakikat.

Aku pasrah,
Aku biarkan tubuhku terus tenggelam,
Perlahan-lahan,
Menuju dasar kehampaan.

Lalu aku terlihat cahaya,
Ia benderang hingga ke dasar,
Menyuluh aku yang sekarat,
Menyemangati semula sukma yang tak berdaya.


Tapi,
Dalam menuju ke permukaan,
Aku melihat cahaya itu mulai goyah,
Berkelip lemah seperti kehabisan daya.

Aku gusar,

Belum pun sampai aku di permukaan,
Cahaya yang ditujui hilang,
Dunia ku kembali gelap, kelam dan suram.

Waktu keheningan itulah,
Aku melihat satu tangan mulus menghulur,
Tanpa ragu,
Aku terus menyambut,
Dengan erat aku memaut.

Setiba dipermukaan,
Aku melihat DIA tersenyum,
Sungguh ramah bersama keindahannya,
Dan aku?
Aku kembali hidup.

Monday, June 18, 2012

JIWA BERGOLAK 18 JUN 2012




Jiwa yang selama ini tenang,
Hari ini bagai digoncang sang raksasa garuda,
Hati yang selama ini tenteram,
Kini bergetar menyahut untuk bertahan..

Apa ini batas maksima sabar,
Atau memang aku layak untuk meluahkannya..

Marah
Ia bisa jadi parah,
Ada yang pernah sampai bertumpahan darah,
Hanya kerana tak bisa mengawal amarah..

Aku,
Aku bukan orang seperti itu,
Bukan pencari masalah,
Tapi paling tidak,
Aku tahu,
Aku memang layak untuk berasa marah,
Jika puncak sabarku dibedil nista..